Kota Selatpanjang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Meranti, duhulu merupakan salah satu bandar (kota) yang paling sibuk dan terkenal perniagaan di dalam kesultanan Siak. Daerah Selatpanjang dan sekitarnya sebelumnya merupakan wilayah
kekuasaan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang merupakan salah satu
kesultanan terbesar di Riau saat itu.Pada masa pemerintahan Sultan Siak
VII yaitu Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi (yang bertahta tahun 1784–1810), memberi titah kepada Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha
untuk mendirikan Negeri atau Bandar di Pulau Tebing Tinggi. Selain
tertarik pada pulau itu juga karena Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul
Jalil Syaifuddin Baalawi sendiri pernah singgah ke daerah itu, tujuan
utama Sultan Syarif Ali ingin himpun kekuatan melawan kerajaan Sambas (Kalimantan Barat)
yang terindikasi bersekutu dengan Belanda yang telah khianati
perjanjian setia dan mencuri mahkota Kerajaan Siak.
Meaka bergeraklah armadanya dibawah pimpinan Panglima Besar Muda
Tengku Bagus Saiyid Thoha. Mereka tiba di tebing Hutan Alai(sekarang
Ibukota Kecamatan Tebingtinggi Barat). Panglima itu segera menghujam
kerisnya memberi salam pada Tanah Alai.Tanah Alai tak menjawab, Ia
meraup tanah sekepal, terasa panas. Ia melepasnya. Panglima bertolak menyusuri pantai pulau ini. Lalu, terlihat sebuah tebing yang tinggi. Dengan mengucap bismillah Panglima melejit ke darat yang tinggi sambil memberi salam. Tanah diraupnya, terasa sejuk dan nyaman. Ia tancapkan keris di atas tanah.
Panglima itu berdiri tegak dihadapan semua pembesar kerajaan, laskar, hulu balang, dan bathin-bathin sekitar pulau. “Den
bernama Tengku Bagus Saiyid Thoha Panglima Besar Muda Siak Sri
Indrapura. Keris den ini bernama Petir Terbuka Tabir Alam Negeri. Yang
den sosok ini den namakan Negeri Makmur Kencana Bandar Tebing Tinggi.”itulah nama asal muasal kota selatpanjang.
Seiring waktu masa diawal Pemerintahan Republik Indonesia, kota
selatpanjang dan sekitarnya ini merupakan Wilayah Kewedanan di bawah
Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan
Tebingtinggi.Pada tanggal 19 Desember 2008,daerah selatpanjang dan sekitarnya ini berubah menjadi Kabupaten K
pulauan Meranti memekarkan diri dari Kabupaten bengkalis dengan ibukota Selatpanjang
Geografi
Selatpanjang terletak berada bagian utara di Pulau Tebing Tinggi
secara Geografis terletak antara 0° 48' 36" - 1° 2' 24" Lintang Utara,
dan 102° 25' 12" - 103° 0' 0" Bujur Timur, membuat Kota ini sangat
strategis selain dekat dengan Negara Tetangga,Selatpanjang juga berada
dijalur pelayaran dan perdagangan Internasional Selat Malaka di Dua
Negara yaitu Malaysia dan Singapore,serta secara tidak langsung sudah
menjadi daerah Hinterland Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam dan
Tanjung Balaikarimun sekaligus juga berada Kawasan Segitiga Pertumbuhan
Ekonomi Indonesia - Malaysia - Singapore (IMS-GT).
Secara administratif, Kota Selatpanjang berbatasan dengan:
- Sebelah utara: berbatasan dengan Kecamatan Rangsang Barat
- Sebelah selatan: berbatasan dengan Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Kecamatan Tebing Tinggi Timur
- Sebelah barat: berbatasan dengan Kecamatan Tebing Tinggi Barat
- Sebelah timur: berbatasan dengan Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Kondisi Iklim
Kota Selatpanjang beriklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh sifat
iklim laut, dengan temperatur berkisar 25° - 32° Celcius. Musim hujan
biasa terjadi antara bulan September hingga Januari, dengan curah hujan
rata-rata berkisar antara 809-4.078 mm/tahun,periode kering (musim
kemarau) biasanya terjadi antara bulan Februari hingga Agustus. Angin
berhembus sepanjang tahun secara bergiliran, yaitu dari arah Utara untuk
Januari sampai April. Dari timur bulan April sampai Juli, dari arah
Selatan Juli sampai Oktober dan dari arah Barat Oktober sampai Januari.
Ekonomi
Mata pencarian penduduk Selatpanjang secara umum masih didominasi
perdagangan, perikanan, perkebunan. Kota Selatpanjang dahulu dikenal
sebagai Kota Sagu, karena daerah ini dulu menghasilkan sagu
dalam kuantitas besar bahkan yang terbesar di Indonesia . Namun,
sekarang produksi sagu diperkirakan telah berkurang akibat banyaknya
perkebunan sagu yang beralih fungsi menjadi permukiman penduduk seiring
tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi di daerah ini.
Transportasi
Selatpanjang merupakan kota transit khususnya untuk transportasi laut dari Pekanbaru menuju Pulau Batam/Tanjung Pinang atau Tanjung Balai Karimun dan sebaliknya. Sejak tahun 2007 telah dibuka jalur khusus dari Selatpanjang langsung menuju Batu Pahat, Malaysia.
Dibanding dengan jarak antara Selatpanjang dengan Pekanbaru dan Pulau
Batam, jarak antara Selatpanjang dengan Batupahat lebih dekat, waktu
yang dibutuhkan hanya ditempuh sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan.Daerah ini
juga merupakan jalur transit keberbagai daerah Riau seperti Bengkalis, Dumai, Siak Sri Indrapura, Duri.
Karena letak strategis itulah membuat Selatpanjang menjadi daerah pintu
gerbang penghubung antara Riau Daratan dan Riau Kepulauan. Disamping
itu telah dibuka pembangunan jalan darat menghubungkan Selatpanjang -
Siak - Pekanbaru via roro dermaga rool on-rool off (Roro)Kampung
Barak,Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat dengan Desa
Mengkapan,kawasan Buton,Kabupaten Siak.
Objek Wisata Budaya Selatpanjang
Vihara Sejahtera Sakti Selatpanjang
Tandu yang membawa Dewa Qing shui Zu Shi
Objek Wisata Kuliner Selatpanjang
Mie sagu Selatpanjang
Rama-rama lada hitam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar